Jumat, 28 November 2014

Hukum Memakai Sandal Sebelah Saja









Sobat, mungkin kalian juga pernah salah menggunakan pasangan sandal atau Cuma memakai sandal sebelah. Sebenarnya boleh nggak sih seperti itu? Jika kamu pernah lebih baik kamu tinggalkan kebiasaan itu lagi karena seorang muslim dimakruhkan untuk memakai satu buah sandal sebagai mana sabda Rasulullah,

“Jika tali sandal kalian copot maka janganlah berjalan dengan satu sandal sehingga memperbaiki sandal yang rusak” (Riwayat Muslim)

“Jika kalian berjalan menggunakan satu sandal. Hendaknya kedua sandal tersebut dilepas ataukah keduanya dipakai” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Al-Hafidzh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari, mengatakan Al-Khathabi menyatakan bahwa hikmah larangan menggunakan satu sandal adalah karena itu berfungsi menjaga kaki dari gangguan duri atau semisalnya yang ada ditanah. Jika yang bersandal hanya salah satu kaki maka orang tersebut harus ekstra hati-hati untuk menjaga kaki yang lain, satu hal yang tidak perlu dilakukan untuk kaki yang bersandal. Kondisi ini menyebabkan gaya berjalan orang ini tidak lagi lumrah dan tidak menutupi kemungkinan dia bisa terpeleset. Ada yang berpendapat hal itu dilarang karena tidak bersikap adil terhadap anggota badan dan boleh jadi orang yang berjalan dengan satu sandal dinilai oleh sebagian orang sebagai orang yang akalnya bermasalah.
 Sedangkan Ibnu Arabi mengatakan, ada yang berpendapat bahwa hal tersebut terlarang karena itu merupakan gaya setan berjalan. Ada pula yang berpendapat karena sikap tersebut merupakan sikap yang tidak wajar dan lumrah. Di sisi lain, Al-Baihaqi berkomentar bahwa hokum makruh karena memakai satu sandal adalah disebabkan hal tersebut merupakan pemicu popularitas. Banyak mata akan tertarik memandangi orang yang berperilaku aneh seperti itu dan terdapat hadist yang melarang pakaian yang menyebabkan popularitas. Karenanya, segala sesuatu yang menyebabkan popularitas sangat berhak untuk dijauhi.
Memakai sandal memang merupakan gaya setan dalam berjalan sebagaimana hadist dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya setan berjalan menggunakan satu sandal” (Riwayat Thahawi dalam Musykil Al-atsar, Al- Albani mengatakan setelah menyebutkan sanadnya ini adalah sanan yang shahih)

Jadi gimana kawan? Masih mau memakai sandal sebelah?
Selain karena tidak sedap dipandang mata, juga kita niatkan untuk menjauhi larangan syariat walau statusnya makruh.

Minggu, 02 November 2014

Tata Cara Mandi Setelah Haid


Assalamu'alaikum akhwat yang berbahagia, tentunya setelah mengalami datang bulan kita pasti akan mensucikan diri. Nah, mungkin ada beberapa diantaranya yang hanya mensucikan diri dengan mandi saja, apakah itu sudah mensucikan diri kita dan membuat shalat kita sah?  Mandi haid adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap sah tidaknya shalat seorang muslimah. seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam

فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي وَصَلِّيْ

“Jika telah tiba masa haidmu maka tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haidmu maka mandilah kemudian shalatlah.” (HR. Bukhari)



Sabtu, 25 Oktober 2014

Cara Menjaga Iffah




Assalamu'alaikum Warrahmatullah, ikhwan dan akhwat sekalian menjadi pribadi bertakwa plus menjaga iffah adalah kriteria idaman. Namun perlu kerja ekstra keras untuk mewujudkannya. Terus bagaimana kita bisa menjadi pribadi takwa yang bisa menjaga iffah kita? langsung saja inilah beberapa tipsnya :


Menyebarkan Salam (Bagian III)




Adapun Hukum jika hendak memberi salam kepada perempuan, Imam An Nawawi RA berkata, “Sahabat-sahabat kami (para pengikut mahzab Syafi’l) mengatakan bahwa perempuan member salam kepada perempuan seperti halnya lelaki memberi salam kepada lelaki. Adapun perempuan kepada laki-laki (ataupun sebaliknya), maka menurut Imam Abu Sa’ad Al Mutawalli :

ŸJika perempuan itu istrinya atau budak perempuannya atau salah seorang makhramnya, maka hukumnya seperti memberi salam kepada lelaki sehingga dianjurkan salah satu dari keduanya untuk memulai member salam kepada yang lain dan salam itu wajib dijawab oleh yang diberi salam.

Ÿ

Menyebarkan Salam (Bagian II)



Rasulullah SAW mengatakan bahwa dengan menyebarkan salam akan tumbuh rasa cinta diantara kaum muslimin. Namun, mengapa rasa cinta itu tidak tumbuh juga walaupun kita sudah menyebarkan salam? Masalahnya mungkin karena kita tidak memahami sepenuhnya apa yang kita ucapkan dan kita tidak mengucapkannya dari lubuk hati kita.



Menyebarkan Salam (Bagian I)



 Assalamu'alaikum Warrahmatullah,teman-teman sekalian saya disini mau berbagi info seputar Salam, Mengucapkan salam itu sunnah dan menjawabnya itu wajib. Dalam menjawab salam, boleh melebihkan dan tidak boleh menguranginya. Barang siapa yang biasa menyebarkan salam, maka akan timbul kasih sayang dan dimudahkan ke dalam surge, seperti sabda Rasulullah SAW :

“ Kamu tidak akan masuk ke dalam surge hingga beriman, dan kamu tidak beriman hingga saling mencintai diantara kamu. Sukakah saya tunjukkan sesuatu yang jika kamu kerjakan akan timbul saling cinta diantara kamu. Sebarkanlah salam diantara kalian” (HR. Muslim)