Selasa, 22 Juli 2014

Pemusnah Pahala Amal

       Tak sadar kita sering bikin status dalam akun media sosial ketika sedang melakukan ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى. Mungkin awalnya tidak ada rasa pamer dan sebagainya, tapi berikutnya setan menyeretnya untuk bersikap pamer dalam kebaikan hingga pahala hilang tanpa bekas. Kasihan kan?

Mestinya kita selalu berupaya menutup rapat ibadah dan kebaikan yang kita lakukan dari hadapan manusia, kecuali kalo ada hal-hal yang menuntut kita untuk membeberkannya dengan tujuan baik seperti memotivasi dan menyadarkan teman untuk berbuat baik. Contohnya memperlihatkan sedekah kita untuk memancing orang lain bersedekah. Tapi walau bagaimana, ibadah siri alias diam-diam itu lebih menyelamatkan dan lebih baik.


Nah, untuk itulah di bulan Ramadhan yang kita dianjurkan banyak beramal shalih (meski diluarnya juga harus banyak amal), kita perlu tahu apa saja sih yang bisa membuat nilai pahala ibadah kita menjadi punah?

Syirik, Terbesar
Syirik adalah wabah terhebat yang bisa memusnahkan seluruh kebaikan kita, seperti firman Allah سبحانه وتعالى :

ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (Al-An'aam : 88)

Jadi ketika kita mengerjakan kesyirikan misalnya menyembah selain Allah سبحانه وتعالى, melakukan ibadah selain-Nya, meminta kepada selain-Nya akan berakibat punahnya pahala kebaikan yang sudah kita kerjakan selama ini.

Dan ini pun berlaku bagi orang yang semasa hidupnya baik, suka menolong orang lain, suka memberi, dan ahli dalam ibadah namun dia tidak beriman kepada Allah.

Pamer Alias Riya'
Pemusnah pahala kebaikan berikutnya adalah sifat suka pamer atau biasa disebut riya'. Jadi, melakukan kebaikan agar bisa dilihat orang lain. Hal ini diterangkan oleh Nabi dalam Qudsi, (Allah سبحانه وتعالى Berfirman),"Aku paling kaya, dan tidak butuh tandingan lagi sekutu. Barangsiapa beramal menyekutukan-Ku kepada yang lain, maka aku tinggalkan Amalannya dan tandingannya tersebut." (Riwayat Muslim)

Dan penyakit pamer ini justru sangat berbahaya karena kadang pelakunya nggak nyadar telah melakukannya. Makanya Rasulullah sangat khawatir penyakit ini menimpa umatnya,
"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan kepada kamu adalah syirik kecil."Para sahabat bertanya,"Apa yang dimaksud syirik kecil?"Rasulullahmenjawab,"Yaitu riya'." (Riwayat Ahmaddan Al Baihaqi, shahih menurut Syaikh Al Bani R.A)

Termasuk dalam hal ini, adalah seseorang nyetatus, "Sudah haus seharian, enaknya buka puasa denga apa ya?" untuk menunjukkan kalo dia sedang berpuasa. Atau semisalnya. So, kita mesti menutup rapat ibadah kita dari penglihatan orang lain. Cukuplah hanya kita dan Allah سبحانه وتعالى saja yang tahu!


Menyebut Kebaikan
Tak kalah berbahayanya adalah ketika kita mengungkit kebaikan amal shalih yang pernah kita lakukan kepada orang lain. Karena itulah pemusnah nilai kebaikan, Allah سبحانه وتعالى menyatakan,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ  عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Al- Baqarah : 264)

Bahkan orang yang suka mengugkit kebaikannya selain tidak bakalan mendapat apa-apa (dari kebaikannya), ia menerima adzab dari Allah سبحانه وتعالى . Rasulullah Bersabda :

" Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak disucikan-Nya, dan baginya adzab yang pedih." Para Sahabat bertanya, "Jelaskanlah kepada kami tentang sifat mereka wahai Rasulullah, alangkah meruginya mereka." Nabi bersabda, "Mereka adalah orang yang menjulurkan pakaiannya, orang yang suka menyebut-nyebut pemberian (amalan), dan orang yang bersumpah palsu untuk melariskan dagangannya." (Riwayat Muslim)


Mendatangi Dukun dan Paranormal
Dalam hal ini Rasulullah telah memberikan peringatan yang begitu keras kepada kita,
"Barang siapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakannya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalat selama 40 hari." (Riwayat Muslim)
Termasuk didalam hal ini, adalah membenarkan ramalan bintang yang terdapat di dalam surat kabar, majalah, atau tabloid tertentu.

Akhlak Buruk
Perangai yang tidak baik dan akhlak yang tercela bisa membahayakan amal shalih si empunya, karena Rasulullah pernah bersabda,

"Dan sesungguhnya akhlak yang buruk merusak amal shalih sebagaimana cuka yang merusak madu." (Riwayat Ath-Thabrani, hasan menurut Syaikh al-Albani R.A)

Rasulullah juga menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan amalan kebajikan jika ia menggandengkannya dengan akhlak yang buruk maka akan merusak amalannya dan menggugurkan pahalanya seperti seseorang yang bersedekah tapi dengan menyebut-nyebut sedekahnya, sehingga menyakiti yang disedekahkan.)
Jadi waspadailah dari buruknya akhlak kita kepada orang lain!

Meninggalkan Shalat Ashar
Meski kelihatan remeh dan sepele bagi sebagian orang, ternyata meninggalkan shalat ashar bisa memberangus pahala kebaikan selama hari dimana dia meninggalkannya. Nabi kita bersabda,
" Barangsiapa yang terluput dari mengerjakan shalat Ashar, maka terhapuslah seluruh pahala amalannya pada hari itu." (Riwayat al-Bukhari dan An-Nasaa-i)
Apa nggak sayang, karena meninggalkan shalat amalan lain pun hilang, masih ditambah dosa yang besar lagi karena sudah meninggalkan shalat itu. Alangkah meruginya!

Benci Allah dan Rasul-Nya
Pahala amal kebaikan kita juga bisa ludes karena kita membenci sunnah Nabi Muhammad karena Allah telah berfirman yang artinya,

"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka." (Muhammad : 9)

Maksudnya adalah ketika kita membenci syariat yang dibawa Muhammad berupa Al-Qur'an yang berisi seluruh syariat islam maka pada saat inilah amal kita menjadi musnah. Wal iyadzubillah.
Dengan mengetahui sebab pemusnah pahala kebaikan tentu akan menjadikan kita leih waspada dan ekstra hati-hati dalam bersikap, berucap maupun bertindak.

note : jangan lupa cantumkan sumber ketika akan dicopy :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar