Sabtu, 12 Juli 2014
Tingkatan Pecinta Anime
Akhir-akhir ini ketika saya sedang buka akun Facebook, saya melihat banyak status yang menyebut diri mereka adalah otaku. saya bingung, lha? beneran dia otaku? tapi kok bangga ya?
biasanya kata 'Otaku' digunakan untuk menyebutkan orang orang yang memiliki hobi aneh, dianggap aneh karena dilakukan secara berlebihan. istilah otaku ini umumnya digunakan kepada laki-laki, tidak digunakan kepada wanita karena dianggap menyinggung perasaan dan diskriminasi.
Di jepang Otaku cukup dijauhi dan dianggap sebagai orang aneh, dan tidak populer diakalangan para wanita. image jelek pun muncul karena para otaku ini lebih cenderung mementingkan Anime dan Manga dan bahkan menjadi anti sosial. Dan yang paling buruk sekarang ini adalah Hikikomori.
Hikikomori adalah anti sosial. Ada 2 hal yang menyebabkan terjadinya Hikikomori ini. yang pertama adalah akibat Ijime/Bullying atau pembulian. Seperti yang kita tahu di Jepang masih kerab ternjadi aksi bullying baik dikalangan anak sekolah (senior ke junior/ kuat ke lemah) dan juga dalam hal pekerjaan (di perusahaan) sehingga menyebabkan seseorang ketakukan dan merasa tidak ada yang membutuhkan dia lalu mengurung diri dikamar. Kedua adalah karena hal yang disebut otaku. seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa istilah otaku maknanya negatif. Karena dijauhi dan dianggap Aneh, Otaku suka mengurung diri dan menikmati Anime, game, ataupun komputer seorang diri dan akhirnya dia lebih menikmati kesendiriannya, orang ini pun menjadi Hikikomori. Dan dampak paling membahayakan dari Hikikomori ini adalah Jisatsu/bunuh diri.
Di Jepang lebih dari 50 orang setiap harinya ada yang bunuh diri, baik karena korban Bullying, ataupaun karena masalah harga diri dan karena malu.
karena semua hal tersebutlah istilah 'otaku' semakin lama semakin buruk, orang jepang yang sebenarnya 'otaku' agar dia diterima masyrakat maka diluaran mereka akan berpura-pura menjadi anak normal seperti yang lainnya. Maka apabila ketahuan mereka akan sangat malu dan orang sekitar pun akan langsung menjuhi sang 'otaku' tersebut.
Istilah 'Otaku' BUKAN istilah yang membanggakan. Dan saya suka heran melihat kita orang indonesia yang dengan bangganya menyebutkan "saya Otaku" tanpa tau bagaimana Otaku yang sebenarnya itu. Dan mirisnya istilah Otaku dianggap KEREN.
Upss.. jangan kira istilah Otaku hanya untuk Anime dan Manga. seperti yang disebutkan diatas juga, penggemar game, dan penggila komputer juga Otaku. penggila IDOL juga OTAKU :)
sedikit buka-bukan bukan bermaksud nge-bashing..
"otaku" ini juga disebit "wotaku" di jepang. dengan kanji yang sama.
seperti yang kita tau bahwa sebutan untuk fans 48 itu ada wota. nah, wota itu asal katanya ya Otaku :)
orang yang selalu update tentang Idol yang digemarinya, membeli goods-goods idol, nonton konser-konser atau "stalking" baik melalui media sosial ataupun langsung. dan otaku Idol dalam tahap parah bisa lebih lebih dari Paparazi :3 atau kita sebut dengan Mamarazi..
di Korea istilah seperti ini disebut dengan Sasaeng, yaitu otaku idol yang rela menjual diri demi mengikuti semua kegiatan idolanya dan memata-matai idolanya. Dalam tahap sangat parah bahkan ada yang sampai masuk kerumah idola dan mencuri barang barang idola.
sekarang kita sudah tau apa itu otaku dan bagaimana itu Otaku.
saya harap kita sudah tidak lagi sembarang menggunakan istilah ini.
sekarang mari kita bahas tentang tingkatan buat pecinta anime :
1. Newbie
Ini adalah tingkat terbawah, dimana pada tingkat ini orang tersebut masih melihat anime dari acara televisi, baca manga sekedarnya, dan melihat beberapa anime yang sudah terkenal didunia saja.
2. Anime Lovers
Kenapa disebut Anime Lovers pada tingkat kedua? ini dikarenakan beberapa faktor, seperti beberapa orang dari luar negeri, mereka tidak mau dianggap sebagai otaku karena mereka merasa pengetahuan mereka tentang anime sangat minim sehingga mereka lebih senang disebut sebagai Anime Lovers daripada Otaku, padahal pengetahuan mereka tentang anime, manga, VN, dan lainnya sangat tidak bisa diremehkan. Inilah yang menjadikan perbedaan antara anime lovers indonesia dengan luar negeri. Jika di indonesia banyak para anime lovers yang mengaku-ngaku otaku, padahal pengetahuan mereka sendiri masih sangatlah jauh dibawah level otaku sebenarnya. Nah, dan saya merasa kalo diri saya termasuk pada tingkatan ini, karena pengetahuan saya tentang anime/manga masih minim.
3. Otaku
Nah pada level ketiga ini disebut dengan Otaku atau bisa juga disebut dengan Anime Addict. Dan sebutan ini pula yang sering menjadi masalah khususnya di indonesia, dimana banyak orang yang mengaku-ngaku dirinya seorang Otaku padahal pengetahuannya sendiri tentang dunia otaku masih sangatlah jauh untuk disebut sebagai Otaku. Dan biasanya orang yang sudah sampai dalam tahap ini, mereka hafal ratusan judul anime, manga, VN, LN, bahkan sampai nama chara dalam anime tersebut bahkan nama karakter pendukung dalam anime/manga mereka hafal. Dan tentu saja berbeda dengan Anime Lovers yang cenderung hanya hafal chara utama, atau chara yang sering muncul saja.
4. Nijicon
Nijicon sendiri adalah sebutan bagi mereka orang-orang yang suka pada suatu anime hingga mereka berani mengklaim chara yang dia cintai sebagai istrinya. Mereka benar-benar merasakan jatuh cinta pada chara favoritnya dengan perasaan yang sama seperti ketika mereka jatuh cinta pada wanita biasanya. Soal wawasan nijicon jangan ditanya, pengetahuan mereka tentang bidang ini sangatlah luas dan tidak bisa diremehkan.
5. Hikikomori
Level lima ini adalah Hikikomori atau yang biasa disebut dengan introvert adalah sebutan bagi mereka yang seluruh otaknya hanya berisi anime, manga, VN,LN, tokusatsu, dll. Sedangkan untuk soal wawasan para hikikomori jangan ditanya lagi, mereka dapat tahu nama chara hanya dengan melihat dari kaki, mata, atau bahkan pakaian mereka saja. Dan biasanya para hikikomori mengetahui ribuan judul anime, manga, VN, LN, dll bahkan yang sudah sangat lama pun mereka masih mengingatnya. Level ini sudah sangat parah, seperti yang sudah saya terangkan di atas. mereka tidak mau bersosialisasi, dan hanya mengurung diri di dalam kamar.
sumber: http://sawadaa.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar